Dinas KominfoSS Sulbar Optimis Tingkatkan Indeks Pemerintahan Digital
MAMUJU — Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (KominfoSS) Pemprov Sulawesi Barat mendampingi Sekretaris Daerah dalam Penilaian Interview Evaluasi Kinerja Pemerintahan Digital Tahun 2026 secara daring bersama tim verifikator nasional, Kamis 1 Oktober 2026.
Langkah ini dilakukan untuk mempertahankan serta meningkatkan indeks penerapan sistem berbasis digital di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.
Kepala Dinas Kominfopers Sulbar, Ridwan Djafar, menjelaskan indikator penilaian yang diterapkan kini jauh lebih dinamis dan ketat, sehingga dibutuhkan kerja sama dari seluruh OPD.
"Untuk pemerintahan digital ini, kita diwawancarai, menjelaskan 20 indikator terhadap bukti dukung yang telah kita kirim, sudah diperiksa tim evaluator nasional, baik KemenPAN-RB maupun universitas. Hasilnya itu kita diskusikan hari ini," terang Ridwan.
Ridwan menuturkan, evaluasi itu juga menjadi ruang untuk melakukan koreksi atau sanggahan atas hasil penilaian sementara. Dari hasil evaluasi tersebut, Pemprov Sulbar diberi ruang untuk menyempurnakan dokumen pendukung guna mendongkrak capaian indeks pemerintahan digital daerah.
"Inilah yang kita tadi lakukan, dan alhamdulillah evaluatornya bersedia meninjau kembali dan berharap dalam satu minggu ke depan kita diberikan waktu untuk memperbaiki bukti dan berharap indeks Sulbar bisa naik," ungkap Ridwan.
Menurutnya, keberhasilan transformasi ini sangat bergantung pada kesiapan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mengoperasikan serta mengelola sistem digital di setiap OPD.
"Cara untuk memastikan digitalisasi itu berjalan, baik di level OPD maupun sampai kepada ASN-nya, ASN-nya harus memiliki basic digital. Ini menjadi wajib di era sekarang ini, sehingga secara tidak langsung ASN pun berkontribusi langsung terhadap pemenuhan indikator pemerintahan digital," terangnya.
Meski demikian, Ridwan tak memungkiri masih terdapat kendala teknis dan kapasitas SDM yang menjadi tantangan di lapangan, apalagi target nasional untuk pegawai yang memiliki basic digital di suatu instansi harus 90 persen.
"Memang berat indikatornya, dan itu memang tidak mudah. Diperlukan pelatihan dan lainnya, yang tentunya menjadi tantangan di tengah keterbatasan anggaran," jelasnya.
Kendati berada di tengah efisiensi dan keterbatasan, upaya evaluasi sejauh ini menunjukkan performa yang cukup baik bagi Sulawesi Barat. Ridwan pun optimistis indeks pemerintahan digital Sulbar lebih baik dari sebelumnya.
Upaya mewujudkan pemerintahan digital ini juga sejalan dengan arah kebijakan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka. Gubernur terus mendorong agar seluruh ASN memanfaatkan teknologi digital secara optimal demi meningkatkan efektivitas serta kualitas pelayanan publik. (Rls)
Tingkatkan Minat Baca Generasi Muda, 26 Siswa SMK Pelayaran Samudra Kunjungi Perpusip Sulbar
Sulbar Jajaki Kerja Sama dengan Amerika Serikat di Bidang Pendidikan dan Kesehatan
Pelatihan Teknis Satpol PP Sulbar Masuki Hari Kedua, Peserta Dalami Teknik Advokasi Perda dan Kebijakan Daerah
Dinas Pangan Sulbar Perkuat Pengawasan Keamanan Pangan Rantai Pasok MBG di Mamasa